Jumat, 22 Maret 2013

Wisata Religius Tomohon

"Terletak di posisi strategis tepat di sisi lain ketinggian kota Tomohon berdiri bukit doa yang kaya ciri khas wisata religius. Hadir untuk mereka yang haus petualangan berbeda, bukan hanya sekedar berwisata, tetapi juga yang rindu berdiam diri sejenak dalam doa di tempat ini."

Mencapai lokasi bukit doa ini bisa menggunakan kendaraan atau berjala kaki. Perlu sedikit usaha untuk menaiki jalan menanjak menuju tempat ini. Lokasi yang lumayan jauh dari jalan raya ini bida dicapai dengan berjalan kaki sekitar 10-15 menit.

Kondisi tubuh yang lelah dan dibasahi peluh seketika terobati ketika sudah tiba di lokasi bukit doa ini. Dari ketinggian kita langsung dibuat terpanan pemandangan megah dunung Lokon dan kota Tomohon. Udara sejuk dan segar begitu terasa saat kita memutuskan beristirahat sejenak sambil menikmati panorama indah ini.

Setelah sedikit melepas kelelahan usai menaiki jalan menanjak, perjalanan dilanjutkan kembali menuruni bukit. Selama perjalanan ini kita langsung disuguhi pemandangan puluhan pohon pinus dan jati di sepanjang perjalanan. Aroma segar dan harum yang dihasilkan dari pepohonan pinus menjadi aroma terapi menenangkan bagi jiwa dan tubuh yang lelah.

Hanya berselang lima menit perjalanan kita sudah tiba di pusat utama bukit doa ini. Dari kejauhan terlihat sebuah chapel megah yang dibangunm dengan arsitektur unik khas rumah ibadah umat Khatolik jaman dulu.

Makin ke bawah pemandangan chapel makin jelas. Berdiri di atas lapangan rumput luas yang ditumbuhi bunga rumput kecil berwarna kuning yang tersebar di antara rumput hijau seolah menggambarkan lukisan alam yang luar biasa. Untuk menghindari pengunjung menginjak rumput dan bunga rumput, pengelola sengaja membangun jalan kecil terbuat dari beton mengelilingi lokasi ini.

Dari tempat ini kita bisa melihat dari dekat bagian depan chapel yang dihiasi lonceng gereja. Penelusuran bisa dilanjutkan ke bagian belakang chapel. Terdapat aneka rerumputan warna-warni yang tumbuh di bagian belakang chapel yang berhadapan langsung dengan pemandangan kota Tomohon dan gunung Lokon, membuat lokasi ini bukan hanya cocok untuk tempat rekreasi tetapi juga dimanfaatkan beberapa pasangan untuk mengambil foto pre wedding.

Di sekitar areal  chapel dimanfaatkan sebagian besar warga nasrani untuk menggelar ibadah padang dan rekreasi bersama di bawah pepohonan pinus.

Puas menimati keindahan chapel perjalanan bisa dilanjutkan ke beberapa situs religius yang juga terdapat di lokasi bukit doa ini.

Di bagian depan chapel kita bisa menemukan sebuah bangunan teater, yang dibangun seperti miniatur bagian dalam gedung pertunjukan Gladiator. Tempat duduknya melingkar sampai ke bawah.  Di tempat ini biasanya rombongan dalam jumlah besar mengambil foto bersama.

Maju agak ke kiri dari tempat ini kita bisa menemukan sebuah bangunan mirip chapel, tetapi bedanyak tempat ini bisa dimasuki pengunjung yang menggelar ibadah bersama. Di bagian pintu masuk depan aula ini terdapat gapura alami yang terbentuk dari anyaman tanaman melingkar yang unik.

Ratusan jemaat nasrani biasanya memanfaatkan tempat ini untuk beribadah memperingati beberapa peristiwa religius.

Terus ke belakang dari aula ini kita bisa menemukan sebuah gua Maria besar dimana bagian belakang gua mengalir air alami yang keluar dari celah-celah gunung batu yang terletak di sekaitar lokasi. Sebuah patung Maria besar yang dihiasi dengan aneka tanaman air warna-warni menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung. Bahkan di tempat ini banyak dimanfaatkan umat Katolik untuk berdoa.

Tepat di depan goa Maria, kita bisa menemukan sebuah lorong panjang dan remang-remang yang akan membawa kita melihat dari dekat miniatur prosesi jalan Salib Yesus Kristus. Di depan lorong ini terdapat beberapa kolam besar dengan air alami pegunungan tempat berbagai jenis ikan air tawar hidup dan berenang dengan gembira.

Menyaksikan beberapa tempat di dalam areal lokasi bukit doa yang sangat luas ini membuat setiap pengunjung bukan hanya puas berekreasi tetapi juga puas meniknmati berbagai petualangan religius yang ada di tempat ini.

Tersedia beberapa cafe di beberapa titik di lokasi ini untuk melayani pengunjung yang haus atau ingin sekedar menikmati makanan kecil sambil beristirahat.

Tidak ada patokan harga tiket masuk ke lokasi ini. Pengunjung yang datang hanya diminta mengisi uang sumbangan digunakan  untuk pengelolaan lokasi bukit doa.

Keasrian dan kebersihan lokasi yang sangat terjaga menjadikan lokasi bukit doa ini sebagai satu diantara lokasi kunjungan terafavorit bukan hanya bagi warga kota Tomohon tetapi juga Manado, Minahasa dan Bitung. Bahkan wisatawan luar daerah dan mancanegara juga banyak yang datang ke tempat ini.

Penulis: Migel_Angelo

Tungoi juga bisa

Freestyler asal manado Mevran Komaling, mencoba nyalinya dengan melakukan standing motor dijalan raya tungoi-tanoyan.

Bukit Kasih Dibangun Untuk Menggunggah Pentingnya Kasih Dan Persaudaraan

Kanonang — Obyek wisata monumen Bukit Kasih, di Kanonang, Kecamatan Kawangkoan, Minahasa, Sulawesi Utara ini memiliki daya pikat tersendiri. Nuansa kerukunan antar umat beragama sangat terasa di sini, karena terdapat beberapa tempat ibadah dari lima agama di Indonesia, berada di satu lokasi. Suasananya begitu damai sekaligus memberikan keteduhan hati.
Begitu memasuki area Bukit Kasih, tampak tugu setinggi 22 meter yang memiliki segi lima sama sisi sama tinggi yang masing-masing sisi mewakili agama-agama di Indonesia. Tampak pula tangga menuju ke puncak yang cukup tinggi hingga turun ke bawahnya. “Ada ribuan anak tangga total keseluruhan dari awal naik hingga turun. Naik dari tangga di sebelah kiri dan turun melalui tangga sebelah kanan,” ujar Randy, pemandu wisata.
Bukit Kasih terletak 50 km sebelah selatan dari kota Manado yang dapat ditempuh dengan perjalanan selama 1,5 jam. Mendekati wisata religi ini yakni sekitar 30 menit sebelum tiba, puncak bukit Kasih sudah tampak ada salib di sana.
Melihat tingginya tangga naik menuju puncak, wisata religi yang banyak dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara ini mengingatkan bagaikan  "tembok China" di Indonesia.
Cukup melelahkan juga. Tetapi jika tidak kuat langsung naik hingga posisi puncak, bisa secara bertahap, misalnya, berhenti sejenak di tempat-tempat perisitirahatan kecil yang dilengkapi dengan atap berbentuk mirip payung.
Di tempat ini para wisatawan yang kelelahan naik tangga, bisa "menarik nafas" dulu sejenak sambil berfoto dengan pesona alam yang indah. Pemandangan air belerang yang terletak di sekitarnya, keramahan-tamahan warganya melengkapi daya tarik wisata religius di sana.
Setelah cukup lelah menaiki tangga hingga turun, maka persis di turunan tangga ada  banyak kedai-kedai makanan dan minuman, serta terdapat fasilitas permainan “Flying Fox”. Bila ingin bersantai sambil melepas lelah, juga ada refleksi kaki. Sebelum direfleksi, kaki direndam dulu di air belerang yang hangat untuk memperlancar peredaran darah.
Berkomentar tentang kurangnya promosi terhadap obyek wisata ini, Jeanie Jeju Rumate, staf sekretariat daerah Kabupaten Minahasa mengatakan, memang belum ada promosi besar besaran. "Sejauh ini hanya promosi bersama tempat-tempat pariwisata yg ada di Minahasa. Mungkin karena belum adanya promosi yang mengkhususkan pada bukit kasih ini sehingga dinilai kurang. Ini benar benar menjadi pekerjaan rumah bagi instansi pemerintah bidang pariwisata. Karena sejauh ini yang saya tahu promosi dilakukan adalah promosi bersama," jelas Jeanie kepada The Epoch Times, Jumat (27/2).
Objek wisata Monumen Bukit Kasih, menurut situs resmi Pemerintah Kabupaten Minahasa,  merupakan obyek wisata yang dibangun dengan maksud untuk menggugah hati nurani masyarakat akan penting kasih dan persaudaraan.

Makanan Khas Manado


Paniki adalah makanan yang berasal dari Sulawesi Utara yang dibuat dari daging kelelawar (paniki). Sebelum diolah menjadi masakan, biasanya kelelawar terlebih dahulu dibakar untuk menghilangkan bulu-bulu halusnya, kemudian dimasak dengan bumbu santan

Kamis, 21 Maret 2013


Pesona Taman Laut Bunaken, Manado - Sulawesi Utara


Bunaken adalah sebuah pulau seluas 8,08 km² di Teluk Manado, yang terletak di utara pulau Sulawesi, Indonesia. Pulau ini merupakan bagian dari kota Manado, ibu kota provinsi Sulawesi Utara, Indonesia. Pulau Bunaken dapat di tempuh dengan kapal cepat (speed boat) atau kapal sewaan dengan perjalanan sekitar 30 menit dari pelabuhan kota Manado. Di sekitar pulau Bunaken terdapat taman laut Bunaken yang merupakan bagian dari Taman Nasional Bunaken. Taman laut ini memiliki biodiversitas kelautan salah satu yang tertinggi di dunia. Selam scuba menarik banyak pengunjung ke pulau ini. Secara keseluruhan taman laut Bunaken meliputi area seluas 75.265 hektare dengan lima pulau yang berada di dalamnya, yakni Pulau Manado Tua, Pulau Bunaken, Pulau Siladen, Pulau Mantehage berikut beberapa anak pulaunya, dan Pulau Naen. Meskipun meliputi area 75.265 hektare, lokasi penyelaman (diving) hanya terbatas di masing-masing pantai yang mengelilingi kelima pulau itu.

Akolhol Manado (cap tikus)

MINUMAN keras tradisional Cap Tikus seakan menjadi momok bagi aparat kepolisian yang kini lagi mengangkat trend ber-tagline “Brenti Jo Bagate”. Polda Sulut dan jajaran memang perlu berusaha keras membasmi penyakit mabuk dari tengah masyarakat, karena kebiasaan menenggak Cap Tikus sejatinya sudah membudaya bagi warga Minahasa dan Sangihe sejak 2 abad silam. Budayawan di blog Kerukunan Keluarga Pakasaan Remboken menulis minuman beralkohol tinggi itu dibuat sendiri oleh petani seho dari daratan Minahasa dan Sangir, tanpa ada campuran kimia apapun. Konon dalam legenda warga Minahasa, menurut Jessy, diyakini Cap Tikus adalah ciptaan dewa.